Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

Membaca Buku Yang Dihadiahi Taburan Pahala

Membaca Buku Yang Dihadiahi Taburan Pahala

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.


Buku apa yang paling sering Anda baca? Jika Anda penggemar novel, tentu Anda sangat senang membaca novel. Sedangkan bagi orang-orang yang gemar mencari penyemangat diri, buku-buku motivatif dan inspiratif tentu menjadi pilihan mereka. Ketika membaca buku, kita mendapatkan kepuasan dengan cara kita masing-masing. Tetapi, tahukah Anda bahwa ada jenis buku tertentu yang hanya dengan membacanya saja kita mendapatkan hadiah berupa pahala? Yang pasti, buku yang dimaksud bukanlah dari jenis buku-buku seperti yang saya karang selama ini. Lantas apakah gerangan jenis buku itu?

Saya yakin Anda sudah mengetahui jawabannya. Dan Anda benar. Buku yang pahala membacanya sangat tinggi adalah buku yang diturunkan oleh Tuhan. Alias buku yang berisi petunjuk Tuhan bagi manusia agar bisa menjalani hidupnya sesuai dengan tujuan penciptaan dirinya. Itulah buku berisi wahyu yang Tuhan firmankan melalui para Nabi yang dipilih oleh Tuhan sendiri. Kita percaya bahwa Tuhan itu suci. Dia menghendaki setiap manusia untuk juga menjaga kesucian dirinya dengan perilaku dan tindak tanduk yang juga suci. Oleh karena itu pula, kita percaya bahwa buku yang berisi tuntunan Tuhan itu adalah buku suci.

Saya sering merasa aneh kepada diri sendiri. Sebagai seorang pribadi yang meyakini keberadaan Tuhan, saya sering malas untuk membaca buku suci yang berisi wahyu Tuhan. Keasyikan saya membaca buku-buku lain seperti novel, managemen, self-help dan sebangsanya itu jauh melampaui kegandrungan saya membaca buku suci. Setiap hari, saya hanya sanggup membaca rata-rata 2 ’ain saja. Jarang sekali lebih dari itu. Bahkan masih banyak hari-hari yang terlewatkan tanpa membaca buku suci.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda telah secara konsisten membaca buku suci yang Anda yakini? Saya tidak memiliki kepentingan untuk mempermasalahkan apa buku suci Anda. Jika Anda adalah orang yang percaya bahwa Tuhan itu satu dan hanya satu, maka itu berarti bahwa Tuhan Anda dan Tuhan saya sama. Dan faktanya, kita tidak bisa melarikan diri kepada Tuhan manapun selain kepada Tuhan yang satu itu. Kalaupun untuk satu atau lain alasan kita tidak menuhankan Dzat yang sama, maka itupun bukan urusan saya. Sama sekali tidak ada alasan bagi kita untuk saling berselisih. Biarlah itu menjadi urusan Tuhan. Jika memang Tuhan kita berbeda, maka biarlah Tuhan kita menyelesaikan masalahnya sendiri. Apalagi jika ternyata Tuhan kita sama, maka semua urusan akan selesai antara saya dengan Dia. Dan antara Anda dengan Dia. Peace.

Saya meyakini bahwa buku suci yang saya imani berisi wahyu yang benar-benar berasal dari Tuhan. Bukan rekaan manusia. Bukan pula buatan para ahli sastra. Apalagi sekedar pelintiran pemikiran para politisi agama. Tentu Anda juga memiliki keyakinan yang sama bahwa buku suci Anda benar-benar berisi wahyu dari Tuhan. Maka tidak ada yang berhak untuk mengganggu keyakinan kita atas buku suci itu. Baik keyakinan Anda kepada buku suci Anda. Maupun keyakinan saya kepada buku suci saya. Tetapi, tahukah Anda; mengapa Tuhan memberi pahala kepada orang yang berkenan membaca buku suci yang berisi wahyu-Nya?

Beberapa hari yang lalu, saya berbincang dengan seorang famili yang menyampaikan pesan dari salah seorang sesepuh di keluarga kami. Beliau ini membaca buku-buku yang saya tulis. Rupanya beliau sudah selesai membaca semua buku karangan saya. Meski merasa risih, saya bahagia sekali. Apalagi dengan embel-embel pujian terhadap isinya yang katanya berbobot tinggi, menyentuh, dan bisa menginspirasi pembacanya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Boleh jadi, apa yang beliau katakan itu lebih dimaksudkan untuk menyemangati saya daripada menilai isi buku yang sesungguhnya. Tapi, saya senaaaaaaang sekali mendengarnya. Sekarang, saya menjadi tahu; mengapa Tuhan begitu senang kepada seorang hamba yang membaca buku suci-Nya. Maka tidak heran jika Tuhan memberinya pahala. Jika orang itu memuliakannya, maka Tuhan pun memuliakan orang itu.

Oleh sebab itu, tidak ada buku lain yang dengan membacanya saja kita mendapatkan pahala yang begitu banyak selain membaca buku suci. Sebab, ketika kita membaca buku suci yang berisi wahyu Tuhan, maka kita tahu apa yang Tuhan inginkan. Lalu kita menjalani hidup kita persis seperti yang Tuhan ingin kita menjalaninya. Maka dengan cara itu, kita bisa menjadi pribadi yang patuh kepada Tuhan. Inilah tantangan berat berikutnya bagi saya. Kelemahan saya sebagai manusia sering mengurangi kemampuan saya untuk menjalankan firman Tuhan yang tertera didalam buku suci itu. Jadi, Anda tidak perlu terkejut jika suatu ketika nanti memergoki perilaku dan tindak tanduk saya tidak mencerminkan isi dan tuntunan Tuhan dalam buku suci itu. Jika Anda ingin menilai, hendaknya Anda melihat itu sebagai kesalahan saya. Bukan kesalahan tuntunan Tuhan dalam buku suci itu. Sebab buruknya perilaku saya bukanlah cerminan buruknya petunjuk Tuhan dalam buku suci yang saya baca.

Sekarang saya mulai faham, mengapa saat menjelang wafat Rasulullah salallaahu ’alaihi wasallaam mewasiatkan tentang warisan yang hendak ditinggalkannya. Warisan itu bukan emas atau harta maupun permata. Melainkan buku suci yang berisi firman Tuhan. Sampai hari ini, buku suci itu tetap terjaga sehingga tidak pernah ada yang berani mengubah isinya. Sungguh, buku suci itu mengajak manusia untuk hanya menyembah Tuhan. Sesuatu yang sama sekali tidak berlebihan, karena kenyataannya; tidak ada yang berkuasa atas hidup dan mati kita selain Tuhan. Tidak ada raja yang lebih berkuasa selain Tuhan. Maka ketika buku suci itu mengajak kita untuk hanya menyembah Tuhan, baik jasad kasar maupun ruh halus kita sesungguhnya sangat mengerti dan menerima serta tunduk kepada ajakannya. Tetapi, mengapa kadang kita enggan melakukannya sehingga kita masih sibuk mencari tuhan-tuhan yang lain? Mungkin karena kita lebih suka mengikuti nafsu kesombongan dan ego serta dengki yang bersembunyi didalam hati kita daripada mengikuti fitrah Tuhan.

Dalam buku suci yang diwariskan Rasulullah itu juga secara gamblang dijelaskan bahwa; wahyu Tuhan yang dirangkum didalamnya membenarkan wahyu-wahyu Tuhan yang telah difirmankan-Nya kepada Nabi-Nabi suci lain yang diutus sebelumnya. Buku suci itu membenarkan ajaran Nabi Ibrahim. Menjadi saksi kesalihan Nabi Ismail, dan mengisahkan kepatuhan Nabi Ya’kub. Buku suci itu juga menjadi penegas atas wahyu yang disampaikan oleh Nabi Musa, serta mencatatkan kemurnian tauhid yang diajarkan oleh Nabi Isa kepada para pengikutnya yang setia. Betapa dalam buku suci itu dikatakan bahwa semua Nabi yang telah diutus Tuhan itu berada dalam naungan-Nya. Mereka bersaudara disisi Tuhan. Mereka saling merelakan disisi Tuhan. Dan mereka mengajak umat manusia untuk tunduk patuh dan berserah diri hanya kepada-Nya. Hanya kepada-Nya saja.

Sekarang, saya juga mulai faham; mengapa orang-orang yang membaca dan mengerti isi buku sucinya bersedia tunduk kepada keputusan Tuhan. Karena buku suci menjelaskan segala hal yang mencakup kehidupan umat manusia. Didalamnya, ada peraturan Tuhan tentang tata cara berbisnis. Tentang cara berbicara. Tentang cara memperlakukan tetangga. Bayangkan, Tuhan mengatur tentang tetangga dalam buku sucinya. Tentang tanggungjawab pribadi bahwa; amalmu adalah untukmu, sedangkan amalku untukku. Tidak mungkin tertukar. Dalam buku suci itu ditegaskan bahwa setiap orang bertanggungjawab atas pilihan hidup yang diambilnya. Sehingga tidak relevan jika saya mencampuri keputusan orang lain lebih dari sekedar saling mengingatkan.

Jika Anda pernah membaca buku-buku saya, maka ijinkan saya untuk mengucapkan terimakasih. Namun, ijinkan pula saya untuk secara terbuka mengatakan kepada Anda bahwa; buku-buku saya itu tidak memiliki nilai apa-apa. Kebenaran yang ada didalamnya sangat nisbi alias lemah dan relatif. Jika Anda ingin membaca buku terbaik yang berisi sebenar-benarnya inspirasi; maka bukan buku saya pilihannya. Melainkan buku berisi firman yang Tuhan wahyukan kepada Nabi-Nabi sucinya. Itulah buku suci milik Tuhan. Buku yang bukan manusia pengarangnya. Anda, pasti memiliki buku suci seperti itu. Maka bacalah. Dan bagi saya pribadi, buku suci itu adalah Al-Qur’an.

Mari Berbagi Semangat!

Dadang Kadarusman

Leadership & People Development Training

Enhanced by Zemanta



Posted by Aji Baroto , Published at 9:32 PM and have 0 komentar

Tidak ada komentar :