Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

Menciptakan Pembelajaran Kreatif Melalui Penerapan Ketrampilan Bertanya

Menciptakan Pembelajaran Kreatif Melalui Penerapan Ketrampilan Bertanya


Oleh Drs.Marijan

Praktisi Pendidikan di SMPN 5 Wates Kulon Progo Yogyakarta
PEMBELAJARAN merupakan suatu proses kompleks , melibatkan berbagai aspek yang saling berpengaruh. Akan tetapi proses pembelajaran secara formal di sekolah , gurulah pemegang proporsi paling dominasi dalam upaya meraih keberhasilan pembelajaran secara maksimum. Artinya, ketika proses pembelajaran mulai berlangsung kemampuan guru dalam mengelola kelas menjadi bagian terpenting untuk menjaga kehidupan kelas. Agar supaya pembelajaran itu berlangsung dan terasa segar, kreatif, aktif dan terlebih menyenangkan maka diperlukan keterampilan guru mengelola kelas yang dapat menjaga kesinambungan proses pembelajaran. Pembelajaran yang demikian inilah memerlukan keterampilan mengajar bagi guru.
Keterampilan mengajar merupakan kompetensi profesional yang cukup kompleks, sebagai integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Turney ( 1973 ) mengungkapkan 8 keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan , membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajar kelompok kecil dan perorangan . Keutuhan 8 keterampilan mengajar tersebut di atas merupakan kunci keberhasilan pembelajaran.
Setiap keterampilan mengajar memiliki komponen dan prinsip – prinsip dasar tersendiri. Termasuk keterampilan teknik bertanya guru akan berpengaruh terhadap kesegaran proses pembelajaran. Oleh karenanya guru harus menguasai keterampilan bertanya yang mampu menggugah motivasi peserta didik untuk belajar mengembangkan ide dan gagasan yang dimilikinya.
Haruskah pertanyaan itu diberikan kepada siswa ? Mulyasa ( 2005 ) mengungkapkan bahwa dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan. Bahkan diungkapkan juga kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kulalitas jawaban peserta didik. Pendapat itu seiring dengan kenyataan yang membuktikan bahwa pertanyaan yang diajukan guru akan berdampak pada kesiapan siswa menyusun kalimat jawaban, memusatkan perhatian , melatih bersikap dewasa dan memupuk rasa bertanggung jawab bagi para siswa.
Keterampilan bertanya dimaksud yang harus dikuasai oleh guru meliputi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan. Adapun keterampilan bertanya dasar mencakup beberapa aspek. Pertama, pertanyaan harus jelas dan singkat. Jelas artinya dapat dimengerti oleh peserta didik baik perbendaharaan kata maupun maksud tujuan pertanyaan. Singkat artinya pertanyaan itu tidak berbelit-belit atau tidak bertele-tele dengan kalimat yang panjang sehingga sulit dimenegerti.
Kedua, pertanyaan dapat memeberi acuan. Pertanyaan ini diberikan kepada siswa setelah guru menjelaskan secara singkat berupa infomasi. Melalui pertanyaan acuan ini peserta didik mengolah informasi untuk menemukan jawaban yang tepat. Misalnya, binatang ada yang hidup di darat, air dan di udara. Coba berikan beberapa contoh binatang yang hidup di air ?
Ketiga, pertanyaan dapat memusatkan perhatian. Salah satu cara pemusatan perhatian peserta didik dapat ditempuh dengan pemberian pertanyaan. Pertanyaan lebih memfokus pada suatu titik permasalahan sehingga jawabannya tidak terlalu luas. Misalnya, binatang apakah yang hidup di air tetapi bernapas dengan paru-paru ? Pertanyaan ini lebih memfokus dari pada binatang apakah yang hidup di air ?
Keempat, memberi giliran dan penyebaran pertanyaan. Tujuan pemberian giliran ini agar peserta didik lebih semaksimal mungkin dalam proses pembelajaran. Pemberian pertanyaan secara bergiliran adalah satu soal dijawab secara bergiliran oleh beberapa peserta didik sedangkan penyebaran artinya beberpaa pertanyaan yang berbeda disebarkan secara bergiliran dan dijawab oleh peserta didik yang berbeda.
Kelima, pemberian kesempatan berpikir . Kesempatan berpikir kepada peserta didik diberikan setelah pertanyaan dilontarkan ke kelas. Hal ini bertujuan agar peserta didik berpikir dan menyiapkan jawaban secara runtut . Sehubungan dengan hal ini tidak dibenarkan pemeberian pertanyaan dengan menunjuk peserta didik lebih dulu. Mengapa ? Peserta didik yang tertunjuk dapat lebih dulu mengalami stres selain peserta didik yang lain tidak menyiapkan jawabannya.
Keenam,, pemberian tuntunan. Dalam menjawab pertanyaan mungkin peserta didik tidak dapat dengan tepat memberikan jawabannya. Untuk memahami konsep jawaban yang tepat guru perlu menuntunnya. Hal ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : a) mengulangi pertanyaan dengan cara lain dan bahasa yang lebih sederhana . serta susunan kata yang lebih mudah dipahami peserta didik dan b ) menawarkan pertanyaan yang lebih sederhana dengan jawaban yang dapat menuntun peserta didik menemukan jawaban pertanyaan semula.
Sedangkan keterampilan bertanya lanjutan merupakan kelanjutan dari keterampilan bertanya dasar. Keterampilan bertanya lanjutan ini meliputi beberapa macam seiring dengan tujuan pemberian pertanyaan.
Pertama , pengubahan tuntunan tingkat kognitif . Pertanyaan yang diajukan kepada peserta didik perlu ditata sedemikian rupa sehingga tersusun secara urut dari tingkat rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Guru hendaknya mampu mengubah pertanyaan dari tingkat yang hanya sekedar mengingat fakta menuju aspek kognitif lain, seperti pemahaman, penerapan, analisis, analisis, sintesis dan evaluasi.
Guru hendaknya mempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang akan diajukan selama proses pembelajaran agar pelaksanaannya teratur . Pokok – pokok pertanyaan yang dipersiapkan hendaknya memperhatikan materi standar dan pembentukan kompetensi dasar.
Kedua, pengaturan urutan pertanyaan. Pengaturan urutan yang dimaksud adalah pemberian pertanyaan yang mempertimbangkan tingkat kesukaran. Pertanyaan hendaknya mulai dari yang mudah atau sederhana menuju paling kompleks. Jangan dibolak – balik.
Ketiga, pertanyaan pelacak. Pertanyaan ini diberikan jika jawaban yang diberikan peserta didik kurang tepat. Isi pertanyaan ini sifatnya mengulang walaupun dengan kalimat yang diperbaiki atau disederhanakan. Pertanyaan pelacak meliputi: a) Klarifikasi. Peserta didik diberi pertanyaan lacakan untuk mengungkapkan kembali jawaban yang telah dikemukakan. Misalnya, apakah kamu dapat mengungkapkan dengan kalimat yang singkat ? b) Meminta peserta didik memberikan alasan terhadap jawaban yang diberikannya. Misalnya, apakah kamu dapat mengajukan bukti yang mendukung jawaban tersebut ?, c) Meminta kesepakatan jawaban. Misalnya, siapa yang tidak setuju dengahn jawaban tadi ?, d) Meminta ketepatan jawaban. e) Meminta jawaban yang lebih relevan. , f) Meminta contoh, dan g ) meminta jawaban yang lebih kompleks.
Keempat, pertanyaan pendorong terjadinya interaksi. Untuk mendorong terjadinya interaksi setidaknya perlu memperhatikan dua hal berikut, a) pertanyaan hendaknya dijawab oleh seorang peserta didik, tetapi seluruh peserta didik diberi kesempatan singkat untuk mendiskusikan jawabannya bersama teman dekatnya, b) guru hendaknya menjadi dinding pemantul terhadap pertanyaan siswa yang terlontar. Guru tidak langsung menjawab pertanyaan siswa akan tetapi pertanyaan tersebut dilempar ke peserta didik agar memberikan komentar yang wajar terhadapnya.
Apabila guru mampu menyampaikan teknik / keterampilan bertanya secara runtut dan terpola seperti di atas maka dapat dijamin proses pembelajaran berlangsung dan terasa hidup, segar , menarik dan menyenangkan. Proses pembelajaran yang demikian inilah disebut pembelajaran produktif , aktif , kreatif , edukatif dan menyenangkan sebagaimana dikenal PAKEM.
Memang terasa mudah diucapkan akan tetapi sulit untuk diciptakan. Hal ini disebabkan menuntut kesiapan dua kutub yang benar-benar prima. Dua kutub dimaksud adalah salah satunya guru dan peserta didik sebagai kutub yang lain. Kesiapan mental yang dilatarbelakangi kesiapan penguasaan materi ajar oleh kedua kutub tersebut merupakan bagian terpenting dalam menjaga kehidupan proses pembelajaran. Metodologi mengenai keterampilan bertanya yang bermacam – macam tersebut menuntut guru untuk lebih menguasainya.
Guru hendaknya tidak menganggap remeh mengenai teknik bertanya dalam proses pembelajaran. Guru perlu menyadari bahwa pertanyaan berkualitas dan berwibawa yang dilontarkan olehnya dapat menuntut proses pembelajaran itu berwibawa. Peserta didik merasa nyaman , aman dan tenteram sehingga ingin menjadi komunitas dalam proses yang sedang berlangsung tersebut.

Enhanced by Zemanta



Posted by Aji Baroto , Published at 7:28 PM and have 0 komentar

Tidak ada komentar :