Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

Mengambil Kesempatan Dari Kelemahan System

Mengambil Kesempatan Dari Kelemahan System

Hore, Hari Baru! Teman-teman.
Dalam tulisan pertama dan kedua saya sebelumnya, kita sudah membahas tentang prinsip dasar suatu ‘system’ dari sudut pandang management dan bagaimana cara membuatnya. Otoritas pembuatan atau pembaruan suatu system berada ditangan supervisor, team leader atau manager unit alias pengambil keputusan di unit kerja tersebut. Pertanyaannya sekarang adalah; bagaimana seandainya Anda bukan seorang pengambil keputusan? Menurut hemat saya; ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk mengambil manfaat. Bagaimana caranya?

Mungkin banyak orang yang mengambil kesempatan dari lemahnya system itu untuk mencari keuntungan pribadi atau mendiskreditkan atasan dan perusahaan. Namun hari ini, saya mengajak Anda untuk mengambil kesempatan dari lemahnya system di perusahaan Anda dengan tujuan dan sikap potitif. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar mengambil manfaat dari kelemahan system di unit kerjanya masing-masing secara positif, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:

1.      Ambil kesempatan untuk belajar. Tidak banyak orang yang mau belajar dari keadaan yang dihadapinya sehari-hari. Makanya banyak yang tidak peduli apakah unit kerjanya sudah baik atau belum. Apakah system di unit kerjanya masih up to date atau sudah usang. Bahkan di Perguruan Tinggi paling keren pun belum tentu Anda diajari tentang hikmah dari kelemahan system di perusahaan. Jadi kalau Anda menilai system di perusahaan Anda buruk, maka janganlah langsung mutung dan bersungut-sungut. Ambillah itu sebagai kesempatan untuk belajar merancang suatu system. Maka Anda akan menjadi orang yang langka. Anda akan memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dari orang lain di unit kerja Anda.

2.      Ambil kesempatan untuk bereksperimen. Tidak mudah lho mendapatkan kesempatan untuk bereksperimen. Padahal, eksperimen adalah satu-satunya cara untuk memupuk pengalaman. Anda boleh saja membaca text book yang tebal-tebal. Kuliah di sekolah bisnis terkemuka di berbagai negara. Mengikuti training dari para trainer hebat. Namun tanpa kesempatan bereksperimen; ilmu Anda hanya sebatas pengetahuan saja. Ambillah kesempatan dari lemahnya system di unit kerja Anda untuk bereksperimen dengan system yang Anda rancang. Maka Anda akan memiliki kemampuan serta pengalaman yang lebih tinggi dari orang lain di unit kerja Anda.

3.      Ambil kesempatan untuk mengorganisasikan orang. Mengorganisasikan orang adalah nyawa dari kepemimpinan. Jika Anda ingin menjadi pemimpin yang handal dimasa depan maka lemahnya system di perusahaan Anda bisa menjadi sarana untuk praktek mengorganisasikan orang. Ketika Anda belajar membuat system, maka Anda harus berdiksusi dengan atasan Anda untuk mengoreksi dan memberi masukan terhadap draft system yang Anda rancang. Ketika Anda bereksperimen untuk mengimplementasikannya, Anda harus melatih dan mengajak rekan-rekan kerja untuk mengikuti system yang Anda rancang dan telah disempurnakan oleh atasan Anda itu. Perhatikanlah, bukankah dengan begitu Anda sudah memprakekkan bagaimana cara mengorganisasikan orang? Maka dengan mengambil kesempatan itu, Anda membuka peluang menjadi calon  pemimpin masa depan.  

4.      Ambil kesempatan untuk menunjukkan sikap proaktif. Banyak orang yang hanya bertindak kalau sudah diperintah oleh atasannya. Padahal, banyak atasan yang lelah untuk terus menerus memerintah anak buahnya. Dengan melakukan ketiga langkah diatas Anda telah menghemat banyak waktu dan tenaga atasan Anda, karena Anda melakukannya secara proaktif. Sungguh orang proaktif untuk hal-hal yang positif itu sangat disukai oleh atasan. Ketika Anda datang kepadanya dengan solusi positif, maka atasan Anda akan meresponnya dengan rasa senang. Dia akan membantu Anda menyempurnakan draft atau usulan yang Anda ajukan. Dan dia akan membantu Anda agar rekan-rekan Anda mengikuti petunjuk yang Anda berikan. Hmmh…., Anda tahu implikasinya, bukan?   

5.      Ambil kesempatan untuk mengambil tantangan. Mungkin Anda merasa jika atasan Anda terlalu sibuk untuk hal lain sehingga tidak cukup peduli dengan usulan yang Anda ajukan. Dalam situasi demikian, kebanyakan orang menjadi mutung. Tidak jarang juga yang memilih untuk hengkang. Anda? Akan rugi sendiri jika ikut-ikutan bersikap negatif seperti itu. Pepatah mengatakan; “pelaut ulung tidak lahir dari samudera yang tenang”.  Maka jika Anda ingin menjadi professional handal, bukan kabur atau mutung. Melainkan menjadikan situasi itu untuk mengumpulkan banyak kemampuan, untuk ditabung.

Dalam kelemahan system itu Anda memiliki 2 pilihan; membiarkannya begitu saja, atau mengambil ke-5 kesempatan yang saya paparkan diatas. Bahkan sekalipun Anda bukan pemegang otoritas, Anda bisa menjadi mitra bagi atasan Anda untuk memperbaikinya. Itu jika Anda berkenan untuk mengikuti ajakan saya. Bersediakah Anda?

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman 




Posted by Aji Baroto , Published at 2:05 AM and have 0 komentar

Tidak ada komentar :