Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

Kebahagiaan Yang Tak Terlukiskan

Kebahagiaan Yang Tak Terlukiskan



By:  M. Agus Syafii

Di awal pernikahan, rumah tangganya merupakan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Begitu sangat harmonis dan sungguh menggembirakan. Kehidupan berjalan begitu dengan cepatnya, Waktu dilalui tanpa terasa dengan indahnya, sampai anak-anak terlahir dan tumbuh besar menjadi anak-anak yang lucu dan pintar tetapi sesudah itu sebagai seorang istri, dikejutkan oleh kejadian bahwa usaha suaminya runtuh, mengalami kegagalan. Perangainya tiba-tiba berubah, selalu pulang malam dalam keadaan mabuk. Setiap kali dirinya mengingatkan, suaminya malah memukul, menendang dan melempar tanpa belas kasihan. Dirinya diperlakukan dengan semena-mena, yang membuat dirinya hanya bisa menangis.

Selama berhari-hari suaminya telah melukai hatinya, terasa perih namun sebagai seorang istri dirinya menyadari bahwa cintanya kepada suami bukan hanya dilewati dengan keindahan dan kebahagiaan semata namun juga melawati ujian dan cobaan yang melukai hatinya dan dia yakin semua ujian dan cobaan datangnya dari Allah untuk membentuk dan melatihnya untuk bersabar dan agar dirinya menjadi kuat. Kalau cinta yang dihatinya begitu teramat lemah maka peristiwa kecil yang menyayat hati cukup membuat hidupnya menderita namun bila dirinya memiliki kesabaran dan kekuatan maka peristiwa apapun yang membuatnya terluka dan menderita tidak akan membuatnya menjadi lemah.

Ditengah hatinya yang resah itulah beliau datang dan bershodaqoh ke Rumah Amalia, berharap keridhaan Allah agar merubah suaminya. Sebagai seorang istri tidak pernah lelah berdoa dan berharap kepada Allah agar suaminya dibukakan pintu hatinya. Selama berhari-hari berdoa, tanpa disadari telah terjadi perubahan pada dirinya suaminya. Suatu malam ia mengajak suami dan anak-anaknya sholat Isya' berjamaah tanpa diduga suaminya mau untuk sholat bersama keluarga. Ketika selesai sholat sang suami menangis tersedu-sedu. Dirinya dan anak-anaknya ikut menangis, mereka menangis bahagia. Suaminya datang dan meminta maaf kepadanya yang itu membuat semua luka, derita dan kesedihan yang tersimpan seolah lenyap menghilang, tersembuhkan dan semakin mengokohkan imannya. Allah melimpahkan begitu banyak anugerah untuk dirinya, suami dan anak-anaknya setelah melewati ujian dan cobaan. 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas semua anugerahMu kebahagiaan keluarga kami,' tuturnya penuh dengan senyum kebahagiaan yang tak terlukiskan.

Wassalam,
M. Agus Syafii




Posted by Aji Baroto , Published at 10:09 PM and have 0 komentar

Tidak ada komentar :