Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

Hidup Sehat Dengan Masalah

Hidup Sehat Dengan Masalah



By: M. Agus Syafii

Bagaimana agar hidup sehat dengan masalah? Bila datang cobaan, ujian dan cobaan seringkali kita menyembunyikan masalah tersebut. Menyimpan masalah hanya akan menambah derita, menyimpan masalah berarti menyimpan luka memperparah rasa perih itu. Menyimpan dosa bisa memperbanyak dosa, masalah bisa menjadi berkembang banyak bila didiamkan sebab masalah berapa disisi gelap hati kita, lama kelamaan masalah menjadi besar dan membuat hati kita menjadi terluka, tetapi bila kita mau datang kepada Allah dan mengakui, memohon ampun kepadaNya beban hidup kita menjadi ringan. Allah menghendaki kita jujur dengan perasaan kita sendiri termasuk dengan perasaan negatif, kita berusaha menutupi semuanya seolah terlihat baik padahal ujian dan cobaan, setiap masalah apapun yang datang dalam hidup kita adalah sarana kita untuk merendahkan diri dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah telah mengingatkan kita dalam FirmanNya, "“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobatlah kepadaNya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada batas yang telah ditentukan…”  (QS. Hud : 3).  Ayat ini menegaskan kepada kita agar mengakui perasaan kita, terutama kesalahan kita adalah awal kesembuhan, supaya hidup sehat, belajar untuk mengakui kegagalan, kesalahan yang kita perbuat & kehancuran kita, memohon ampun kepada Allah adalah sebuah solusi yang Allah berikan untuk memulihkan hidup kita dengan limpahan kenikmatan yang baik terus menerus sampai batas yang telah ditentukan. Bila kita jujur mengakui keberadaan kita yang sesungguhnya, kita dibantu menyadari keadaan kita yang paling dalam, kita menyadari bahwa kita adalah insan yang rapuh dan penuh dengan keterbatasan. Kita membutuhkan Allah untuk mendampingi dan menjalani hidup disaat perih dan terluka atau disaat kita gagal agar kita bisa lebih tegar, merasa tidak dalam kesendirian karena Allah bersama kita.

Wassalam,
M. Agus Syafii



Posted by Aji Baroto , Published at 6:52 AM and have 0 komentar

Tidak ada komentar :