Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

Menangislah!

Menangislah!



By: Muhamad Agus Syafii

Sahabatku, Ada satu kisah ketika Umar Bin Abdul Azis mendekati ajal, ia menangis. Lalu, ada orang yang bertanya kepadanya, Wahai Amirul Mukminin, bersyukurlah Allah telah memberikan engkau kemuliaan dan menjaminkan surga untukmu, kenapa engkau mesti menangis?'  Umar yang yang masih terus menangis mengatakan, ' aku menangis karena masih banyak orang yang menderita karena ketidakadilan, aku menangis karena orang-orang yang lapar ada dimana-mana ketika aku bersujud, aku menangis karena banyak orang yang hidup dalam kemiskinan dan kebodohan.' Bukankah aku akan berdiri di depan pengadilanNya lalu aku dimintai pertanggungjawaban tentang urusan makhlukNya? Demi Allah, aku tidak pernah yakin apakah yang pernah aku lakukan benar-benar sesuatu yang di ridhoi oleh Allah? Lalu bagaimana jika yang aku lakukan adalah perbuatan sia-sia?' Kemudian Umar Bin Abdul Azis berlinang air mata. Tidak lama kemudian akhirnya Umar meninggal dunia. Itulah air mata seorang hamba Allah yang bernama Umar Bin Abdul Azis.

Sepatutnya kita menangis ditengah malam hari ini, betapa masih banyaknya saudara kita yang kelaparan, marilah kita menangis betapa masih banyak saudara kita yang hidup dengan penderitaan, beban hidup ini yang semakin sulit.  Mari kita menangis bersama-sama memohon kepada Allah agar hati ini diberikan kekuatan dan kesabaran. Mari kita menangis dengan menumpahkan semua air mata yang kita miliki memohon kepada Allah agar menyejukkan negeri yang kita cintai ini. Mari kita menangis bersama-sama dalam setiap sholat kita memohon kepada Allah agar negeri ini damai dan sentosa, dilimpahkan keberkahan dan kemakmuran.

Sahabatku, menangislah! Sudah sepatutnya kita menangis!

Wassalam,
Ust. Muhamad Agus Syafii



Posted by Health Care , Published at 11:27 PM and have 0 comments

Tidak ada komentar :