Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

Rintihan Ibu Tak Tergantikan

Rintihan Ibu Tak Tergantikan



By: Muhamad Agus Syafii

Ada seorang pemuda menemui Rasulullah dan berkata, 'Wahai Rasul, ayah saya kini
telah tiada, sedangkan ibu saya sudah tua. Kalau makan, saya haluskan dulu
makanannya kemudian saya letakkan makanan itu ke dalam mulutnya, tak ubahnya
anak kecil. Saya letakkan beliau dalam ayunan kain seperti bayi dan setelah itu
saya mengayunnya sampai tertidur.'Mendengar penuturan Rasulullah meneteskan air mata seraya mengatakan, 'Wahai anak muda, engkau telah mendapatkan keberhasilan yang sangat layak karena engkau memohon kepada Allah dengan hati yang bersih dan niat yang tulus dan Allah telah mengabulkan doamu.' Anak muda itu bertanya, 'Wahai Nabi, apakah saya sudah dapatmenggantikan jerih payah ibu saya?' Rasulullah Bersabda, 'engkau takkan pernah bisa menggantikan semua jerih payahnya bahkan satu rintihan di antara rintihan-rintihannya pada saat melahirkan.  Didunia ini tidak ada yang bisa bekerja keras yang melebihi dari yang dilakukan oleh seorang ibu.'

Sahabatku yang disayang Allah, Itulah sebabnya menghormati ibu adalah sebuah keharusan.
Rintihan ibu ketika melahirkan diri kita, rintihan ibu di kala malam tiba dan
bermunajat untuk anaknya akan selalu didengarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Kesuksesan seorang anak berarti munajat yang dipanjatkan ibu. Mari kita muliakan
Ibu yang setiap rintihannya tak akan pernah kita sanggup untuk menggantikannya.

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii



Posted by Aji Baroto , Published at 11:21 PM and have 0 komentar

Tidak ada komentar :