Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

coretanku coretanmu: Ajaran Yang Hidup

coretanku coretanmu: Ajaran Yang Hidup

coretanku coretanmu: Ajaran Yang Hidup: Menonton televisi adalah salah satu kegiatan yang kulakukan selama liburan. Acara TV yang biasa kutonton adalah film dari TV kabel langganan yaitu Fox Crime dengan
kumpulan film investigasinya seperti CSI, Backstrom, Criminal Intens,
Law and Order, dan terkadang American Crime, sedangkan dari TV nasional
seperti SCTV, Trans TV, dan Indosiar yang kutonton adalah sinetron
religi. Setiap acara yang kutonton memiliki daya tarik tersendiri
sehingga hal itu tidak pernah membuatku bosan untuk menontonnya.


Kumpulan film dari Fox Crime yang menarik adalah alur ceritanya. Tidak
sepertinya sinema Indonesia pada umumnya yang dengan mudah ditebak alur
ceritanya meskipun kita tidak menonton dari awal atau bagian tengahnya,
film serial dari Fox Crime ini susah ditebak dan diikuti kalau tidak
menontonnya dari awal. Selain alurnya, karakter tokoh yang ditampilkan
pun berbeda-beda dan saling melengkapi sehingga maqmpu bekerja sama
untuk memecahkan sebuah kasus pembunuhan. Peralatan laboratorium yang
digunakan untuk menganalisis barang bukti pun sangat mengagumkan
sehingga bukti sekecil apapun bisa untuk mengusut tuntas kasus tersebut
sehingga pembunuh yang sebenarnya pun dapat ditemukan dan dijerat
hukuman yang setimpal. Dari film-film serial kriminal ini pun kita bisa
banyak belajar nilai-nilai kehidupan bagaimana kita saling mengasihi,
menghormati, serta memiliki kejujuran dan kepedulian, dan begitu
pentingnya keterampilan berkomunikasi. Meskipun banyak serial kriminal,
tetapi setiap film memiliki kekhasan tersendiri baik dari investigasi
maupun penuntasan kasus pembunuhan yang terjadi.
Berbeda dengan film dari TV kabel, yang menarik dari sinema religi
Indonesia bukan alur dan tokoh nya, melainkan ilmu dalam ajaran Islam
yang tidak pernah saya sangka dan ketahui sebelumnya. Hal itu membuat
saya berpikir andaikan ajaran itu diterapkan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara. Jayalah Indonesia. Salah satu ajaran yang saya pelajari
adalah perbedaan haram dan halal.
Ajaran pertama yang saya ambil adalah saat saya menonton sebuah sinema
religi berjudul "Jujur Membawa Mujur". Inti ceritanya ada seorang pemuda
yang memakan jambu jatuh dari sebuah rumah yang tidak ia kenal
pemiliknya. Karena dari kecil orangtuanya mengajarkan sebuah kejujuran,
maka ia menganggap bahwa jambu yang ia makan itu adalah barang haram
karena belum mendapat izin dari pemiliknya. Oleh karena itu, ia
mendatangi pemilik rumah untuk meminta keikhlasannya terhadap jambu yang
sudah ia makan, bahkan saat sang pemilik jambu itu tidak ikhlas, dia
mau melakukan apa saja asal dia mendapat keikhlasan. 
Ajaran haram dan halal yang kedua adalah saat saya menonton serial "Di
Bawah Lindungan Abah". Dalam sebuah episode, seorang ibu yang hidup
dalam kekayaan yang melimpah dari sebuah bisnis yang dianggap tidak
halal oleh seorang ustad. Suatu malam dia menemukan kotak perhiasan
miliknya sebagai peninggalan orangtuanya. Karena ia ingin hidup baru
atau hijrah, maka ia teringat pak ustad dan ingin menanyakan tentang
perhiasan miliknya itu. Singkat cerita dia mendatangi rumah pak ustad
dan langsung menanyakan apakah perhiasan peninggalan orangtuanya itu
termasuk harta halal atau haram karena disimpan dalam lemari yang dibeli
dari uang yang haram dan misalnya perhiasan itu dijual untuk hijrah ke
kehidupan yang baru apakah bisa. Pak ustad pun mengajukan banyak
pertanyaan tentang perhiasan itu, salah satunya apakah perhiasan itu
pernah tercampur dengan perhiasan lain yang dibeli dari uang haram.
Akhirnya, karena pak ustad menyatakan bahwa perhiasan itu adalah barang
halal, ibu itu lega dan bersyukur karena ia bisa menggunakan perhiasan
itu untuk modal hijrah dengan membeli rumah sederhana dan dia
meninggalkan rumah mewah beserta harta yang ada didalamnya.      
Dari dua cerita itu, saya sungguh berpikir begitu bagusnya ajaran
tersebut dan saya juga sempat berdiskusi dengan suami alangkah indahnya
dunia ini bila semua berpikir dan bertindak seperti seorang pemuda dalam
cerita tersebut. Pastilah tidak ada orang yang berani mengambil hak
orang lain tanpa izin, seperti tak kan ada orang mencari uang dengan
mencuri, merampok, ataupun menipu. selain itu, tidak ada penjabat
pemerintah atau DPR yang berani korupsi uang rakyat. Alangkah hebatnya
bila semua orang bisa merefleksikan diri tentang berasal darimana harta
yang dimilikinya seperti tokoh seorang ibu tersebut sehingga tidak akan
ada orang yang serakah dengan harta. Sungguh luar biasa kalau semua
orang berjalan di jalan yang dikehendaki Sang Pencipta. Hanya akan ada
kedamaian dan kesejahteraan di muka bumi ini.  (Kristiyani)



Posted by Aji Baroto , Published at 4:28 PM and have 0 komentar

Tidak ada komentar :