Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

Bentengi Anak dari Pelecehan Seksual

Bentengi Anak dari Pelecehan Seksual

Lindungi anak dari kekerasan seksual. Cindy Christian, M.D., ketua Komite AAP (American Academy of Pediatrics) di bidang Kekerasan dan Pengabaian pada Anak, memaparkan, ada beberapa hal yang bisa Anda terapkan
  1. Pantau berita. Perkaya wawasan Anda dengan mengikuti berita terkini, baik melalui media massa maupun percakapan dengan orang-orang di sekeliling Anda. Dengan begitu, Anda akan tahu daerah mana saja (dan orang-orang mana saja), yang patut diwaspadai. Jangan abaikan gosip—termasuk tentang guru ”genit” yang senang menggoda murid-muridnya, di sekolah si kecil.
  2. Bersikap terbuka. Jalinlah komunikasi yang lancar dengan anak, dan tanamkan pada si kecil untuk tidak menyimpan rahasia dari Anda, sekecil apa pun itu. Kedekatan hubungan juga akan membuat Anda lebih sensitif apabila ada gelagat yang tidak beres pada tingkah laku si kecil.
  3. Batasi pelukan dan ciuman. Jangan paksa anak menerima sentuhan dari orang lain—baik berupa pelukan ataupun ciuman, meskipun itu adalah saudara Anda sendiri, jika ia tidak menyukainya. Seringkali, orangtua ingin anaknya kelihatan manis di depan sanak kerabat, sehingga menegur si kecil apabila ia menolak dipeluk oleh Tante atau Om-nya. Dengan membebaskan si kecil menentukan pilihan, Anda telah menanamkan dalam benak anak bahwa dia memiliki kendali atas tubuhnya sendiri.
  4. Ajari cara bersikap. Katakan si kecil untuk mempercayai kata hatinya. Apabila ia merasa ada sesuatu yang tidak beres, maka segeralah lari menghindar atau mencari orang dewasa yang bisa dipercaya (guru, polisi, dll). Katakan bahwa tidak apa-apa bila ia berlaku tidak sopan (berteriak, menjerit, menepis tangan seseorang, atau lari menjauh), apabila ia merasa terancam bahaya. Ajari pula si kecil untuk menolak pemberian apa pun dari orang yang tidak ia kenal. Ini termasuk makanan, minuman, mainan, dan (terutama!) tumpangan untuk pulang ke rumah.
  5. Selalu bersama teman. Pelaku kejahatan biasanya mengincar calon korban yang sering terlihat sendirian. Makanya, biasakan anak Anda memiliki teman dalam setiap kegiatan yang dilakukannya. Semakin banyak, semakin baik. Itu akan lebih aman baginya ketimbang bepergian ataupun melakukan kegiatan apa pun seorang diri. Jika Anda menugaskan supir pribadi untuk mengantar si kecil bepergian, mungkin ada baiknya bila Anda juga mengajak beberapa orang teman sekolah si kecil untuk ikut menumpang.
  6. Percayai ucapannya. Jika anak berkata bahwa ada orang yang menyentuh dirinya secara tidak sopan, maka percayailah kata-katanya itu. Kemungkinan besar, apa yang ia katakan itu benar. Yakinkan si kecil bahwa Anda tidak marah kepadanya, dan mintalah ia menceritakan kejadian yang dialaminya secara lengkap. Setelah itu, segeralah melakukan tindakan yang diperlukan, seperti melapor ke polisi, mengajak anak pergi ke dokter, dan lain-lain.




Posted by Aji Baroto , Published at 10:19 AM and have 0 komentar

Tidak ada komentar :