Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

KETIKA ANAK ABG KITA MULAI BERTANYA TENTANG PACARAN, APA YANG KITA LAKUKAN ?

KETIKA ANAK ABG KITA MULAI BERTANYA TENTANG PACARAN, APA YANG KITA LAKUKAN ?

Ayah Edy Please Help me...., anak saya baru aja mengijak usia ABG, trus sudah tanya...-tanya soal pacaran, saya harus jawab apa ?
Ayah tahu sendirikan ? anak-anak zaman sekarang pacarnnya wah sudah mengerikan.. tolong dong ayah.... Ditambah lagi sinetron-sinetron zaman sekarang tiap hari isinya cuma anak-anak ABG yang masih kecil2 sudah di ajarin pacaran. Tolong di jawab ya ayah aku lagi stress nih, khawatir salah langkah.
Mari kita simak jawaban kami di buku Menjawab Persoalan orang tua ABG berikut ini.
Jawaban Ayah Edy:
Ayah Bunda terkasih
Orangtua sering menganggap isi kepala anak sama dengan isi kepalanya, padahal belum tentu. Jadi cara terbaik mengetahui isi kepala anak adalah dengan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
Misalnya jika ia bertanya soal pacaran, kita kembalikan pertanyaan itu padanya, “Menurut kamu, pacaran itu apa sih?”
Jangan-jangan ia hanya akan menjawab, “Itu lho Ma... jalan bareng.”
Ternyata menurutnya, pacaran hanya jalan bareng. Padahal, pikiran orangtua mungkin sudah melanglang ke mana-mana.
Namun remaja yang usianya lebih besar mungkin akan menjawab, “Pacaran berarti saling suka, saling cinta, pegangan tangan, ciuman, sayang-sayangan...”
Untuk merespons jawaban ini, Ayah Bunda bisa mengutip isi pesan cinta saya di awal bab: “Nak, tahu nggak, rasa sayang sesungguhnya bukanlah ditunjukkan dengan pegang-pegangan atau berciuman. Rasa sayang sejati adalah rasa untuk menjaga apa yang kita sayangi dengan sebaik-baiknya, tanpa merusaknya. Coba kalau kamu menyayangi binatang peliharaan atau bunga kesayangan, pasti memandangnya saja kamu sudah senang. Tak perlu dipetik. Bila dipetik, bunganya malah mati, kan?”
Karena anak juga menyinggung soal ciuman, tanya kembali padanya: “Menurut kamu, ciuman itu apa sih?” Setelah itu, berikan fakta medis dan psikologis padanya seputar ciuman.
“Tahu nggak, Nak? Manusia itu makhluk yang selalu ingin mencoba dan tidak pernah puas. Bila sebelum menikah kamu sudah berciuman, kamu pasti ingin tambah lagi dan lagi. Ciuman akan menimbulkan efek adrenalin. Di waktu berikutnya, kalian akan tambah berani dan penasaran. Dari ciuman, lama-lama pacarmu akan berani meraba-raba. Akibatnya kalian tambah terangsang dan tidak bisa mengendalikan diri. Kalau tidak tahan, kalian mungkin berhubungan intim.
Padahal, seks diciptakan Tuhan bagi pasangan yang sudah menikah agar bisa melanjutkan keturunan. Kalau kamu berhubungan seks sebelum menikah, berarti kamu mengkhianati Tuhan dan juga Ayah Bunda.
“Jika kamu berhubungan seks sebelum menikah, kamu bisa hamil. Apa kamu siap hamil? Kalau tidak, apa kamu tega menggugurkan kandungan? Bayangkan kalau janin itu kamu. Menggugurkan kandungan itu sakiiit... lho.
Nah, kalau kamu tidak mau, lebih baik kita hentikan sejak awal. Nggak usah coba-coba ciuman, deh. Kamu mau nggak, gara-gara ciuman lantas jadi tak terkendali dan buntutnya harus ngemong bayi dan putus sekolah?”
Bila kita sudah menamankan ini pada anak, kelak bila ia akan berciuman, gambaran ini akan muncul di kepalanya. Ia pun akan berpikir ulang sebelum berciuman.
Orangtua perlu memberi tahu anak lebih dahulu sebelum teman-teman anak memberinya informasi yang menyesatkan seputar seks. Atau bila anak Anda perempuan, orangtua perlu memberi tahu anak terlebih dahulu sebelum ia keburu diajak berciuman oleh pacarnya.
Tentu saja, informasi ini perlu diberikan secara bertahap. Beritahukan sedikit-sedikit setiap dampak dari segala tindakan yang mungkin dilakukan remaja yang sedang puber. Saya rasa, tak perlu menutup-nutupi. Jika orangtua menutup-nutupi, lalu anak penasaran dan malah mencoba, ia akan kaget.
Bahas pula makna cinta sejati dengannya. Sebenarnya, apa itu cinta? Diskusikan dengan anak, bila ada seorang anak bujang yang menyatakan cinta pada anak gadis, bagaimana seharusnya si bujang berperilaku.
Dengan begitu, anak kita jadi tahu bagaimana seharusnya ia diperlakukan oleh orang yang mengaku cinta padanya.
Kepada remaja perempuan, kira-kira seperti ini bahasa yang bisa kita gunakan:
“Sayang, kalau seorang cowok benar-benar cinta padamu, memandang kamu dari jauh saja pasti sudah membuatnya senang. Tidak perlu menyentuh, apalagi mencium. Sebaliknya, kalau ada cowok yang bilang cinta padamu lalu dia minta cium dan meraba-raba, itu berarti dia sedang mengambil untung. Wah, cintanya sangat meragukan.
Jangan-jangan, kalau sudah dapat yang dia mau, dia pergi begitu saja dan mencari yang lain. Orang yang benar-benar cinta justru akan melindungi kita. Dia takkan mengambil untung.”
Kalau bisa, ceritakanlah pengalaman Anda atau kawan Anda yang pernah dibohongi laki-laki. Penjelasan dan berbagi pengalaman adalah cara yang lebih efektif daripada sekadar mengatakan ‘awas ya kalau...’.
Sedangkan kepada remaja laki-laki, inti pesan kita sebenarnya sama:
“Nak, jika kamu benar-benar sayang pada seorang perempuan, berarti kamu akan melindungi dia. Kamu tidak akan mengambil keuntungan apa pun dari dia, apalagi menyakitinya. Ketika seorang laki-laki yang gentleman menyukai perempuan, melihat dari jauh pun sudah senang. Tak perlu menyentuh, apalagi mencium...”



Posted by Aji Baroto , Published at 11:20 PM and have 0 komentar

Tidak ada komentar :