Bunga Kehidupan sebuah blog membahas tentang pernik pernik kehidupan yang terfokus pada masalah pendidikan (The life flower one blog discussed about something that was interesting to the world of education)

Warga Sekolah Perlu Menghargai Waktu

Warga Sekolah Perlu Menghargai Waktu

Oleh: Marjohan M.Pd

Guru SMAN 3 Batusangkar

            Apakah  ungkapan time is money masih ada di sekolah-sekolah dan apakah warga sekolah  masih ada yang memahaminya ?Tentu saja  ada. Kalau ada kenapa kok begitu banyak siswa yang keluyuran saat  jam belajar. Ibu  dan bapak guru melangkah dengan penuh enggan ke dalam kelas ?. Kenapa siswa dan warga sekolah yang lain ( yang menyebut  diri sebagai orang moderen  dan peduli  dengan  teknologi, namun membenamkan kepala sampai berjam-jam  hingga lupa untuk pulang, beribadah dan lupa dengan tanggung jawab lainnya di rumah, gara-gara kecanduan dengan game online pada internet. Tampaknya anak-anak sekarang tidak takut apalagi sedih bila rapor mereka penuh dengan tinta merah. Namun yang lebih cemas  adalah orang tua mereka. Kalau  begitu terpantau fenomena bahwa yang sekolah itu bukan lah siswa itu sendiri tapi yang kuat untuk menyuruh mereka bersekolah adalah orang tua mereka. Ya itulah zaman yang tumbuh makin gila.

  Memotivasi dan mengajak anak dengan seruan “time is money” dan “assa’ah  kas syaif- waktu itu laksana pedang” mungkin terasa sudah sangat klasik bagi mereka. Namun bagi orang yang senantiasa menghayati dan mengaplikasikannya dalam kehidupan akan menjadi sukses. Yang  kurang menggubrisnya, tentu akan menjadi the losser- orang yang kalah di dunia ini, karena mereka benar- benar terbunuh oleh waktu.

            Orang  yang sukses dalam karir dan dalam cita-cita dapat dijumpai dimana-mana. Mengapa mereka bisa sukses ? Jawaban  secara klasik adalah karena mereka bersahabat dengan waktu. Implikasi dari ungkapan “time is money” adalah bahwa kita musti membiasakan  hidup dengan disiplin tinggi, penuh semangat, suka bekerja keras dan senang melakukan eksplorasi- melakukan  penjelajahan. Orang-orang sukses  di negara maju seperti di Jerman, Prancis, Singapura, Jepang dan Amerika, atau juga di negara kita sendiri,  adalah karena mereka memiliki karakter endeavour atau semangat  suka bekerja keras dan menggunakan waktu secara efektif dan effisien.

            Menjamurnya produk ICT (information communicative technology)  di pasaran seperti cellular phone, TV, note book, LCD, MP3, internet, facsimile, dan lain-lain adalah hasil dari kerja keras para inventor (penemu) dalam bidang ICT ini. Karena produk-produk tersebut diciptakan secara massal dan biaya  atau harganya juga  reasonable telah  membuat masyarakat luas  mampu memiliki,  mengakses atau  mengkonsumsi nya secara massal pula. Cara dan pola mengkonsumsi produk ICT tersebut  menentukan gaya hidup mereka, apakah mereka  menjadi pengguna  teknologi  yang  passif   atau  menjadi  pengguna teknologi yang cerdas sehingga mampu  melejitkan potensi  diri  mereka.

            Kelompok usia remaja remaja (mulai dari siswa SMP, SLTA sampai kepada mahasiswa) tercatat sebagai pemakai produk ICT yang terbanyak di dunia. Coba perhatikan siapa  yang banyak    lalu lalang di keramaian kota, di mall/ plaza sampai kepada sambil mengotak atik HP atau MP3 dan yang duduk di dalam boxnya  warnet atau café net, maka pastilah kelompok usia  remaja. Kualitas  para   remaja yang hidup pasa zaman  sekarang  akan   menentukan kualitas bangsa di masa depan. Namun bagaimana semangat hidup remaja sekarang secara umum, masihkah mereka memiliki endeavour- suka bekerja keras- dan senang menghargai waktu seperti ayah dan kakek mereka ?

            Karakter  remaja sekarang  secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu mereka mereka yang cenderung bergaya hidup endeavour dan bergaya hidup hedonis. Endeavour  yaitu, sekali lagi,  senang bekerja keras, memanfaatkan waktu secara efektif, effisien,   memiliki motivasi  dan  memiliki  semangat hidup yang hebat. Sementara gaya hedonis  adalah  gemar mencari kesenangan hidup  dengan sedikit usaha. Prilaku ini  terpantul   dari  kebiasaan suka kongkow, bermalas-malas, dan tidak mau tahu dengan urusan waktu.

            Kemungkinan  jumlah  kelompok  remaja yang berkarakter endeavour tidak sebanyak mereka yang berkarakter hedonis. Bisa jadi jumlah mereka yang bergaya hidup hedonis cenderung  meningkat dari tahun ke tahun. Mereka yang berprilaku  hedonis punya semboyan hidup “hidup santai dan masa depan cerah”. Ini  terpantau pada kelompok remaja  yang gemar kongkow-kongkow, dan hura-hura secara berlebihan di mall, di plaza, di café, di keramaian jalan raya, dan  sampai kepada remaja dalam bis kota. Gaya hidup yang begini perlu untuk diobah. Bila  tidak bahwa suatu waktu akan muncul ledakan patologi social, dimana sejumlah besar orang  remaja  tumbuh menjadi  orang dewasa yang tidak berdaya, suka memelas, tidak bersemangat dan miskin dengan motivasi hidup. Akhirnya mereka menjadi beban bagi kehidupan orang- family, teman atau pemerintah.

            Dari mulut ke mulut dikatakan bahwa nenek moyang kita adalah orang-orang pekerja keras. Mereka adalah pelaut ulung, pedagang dan pekerja yang rajin. Bila mengalami kesusahan maka mereka segera pergi merantau untuk mencari sumber penghidupan baru. Mereka sangat menghargai waktu. Namun  bagaimana eksistensi kita sebagai cucu mereka, apakah kita sama dengan mereka- suka kerja keras, dan mengharai dan bersahabat dengan waktu ?

            Prilaku remaja yang menjadi fenomena  umum saat ini adalah kita (sebahagian remaja) suka mengeluh, mengeluh kalau diberi tugas rumah dan tugas sekolah. Kita  terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk urusan hiburan, mendengar dan melahap  program hiburan dan musik hampir sepanjang waktu. Kita  mengkonsumsi acara televisi  hingga berjam-jam. Kita menjadi untuk  malas bergerak dan berolah raga, suka menunda pekerjaan,  dan juga menjadi maniakdengan permainan digital dan sebagainya. Karakter-karakter ini berpotensi menjadi batu penyandung dalam  meraih kesuksesan  kita  di masa depan, Maka untuk itu kita  perlu menendang karakter yang kurang terpuji ini secepatnya.

Menikmati hiburan (entertainment) sangat kita perlukan untuk mengendorkan saraf menenangkan  jiwa dan fikiran yang tegan.  Secara umum  orang mendengarmusik/ lagu, tidur atau menonton film atau sinetron untuk mengendorkan ketegangan jiwa. Orang yang peduli dengan waktu dan kualitas hidup,   mereka melakukan hal ini  hanya  sekedar pelepas lelah saja. Namun banyak yang menjadi maniak: gila hiburan, melahap semua program televisi dari  saat  bangun  tidur hingga malam tiba. Mereka   melahap lagu  album  demi album dan melahap semua kepingan VCD film dari sinetron.

Fenomena miring  sebagaimana disebutkan di atas bisa jadi kita lakukan dan juga dilakukan oleh  banyak rumah tangga  lain.   Sementara itu bagaimana dengan fenomena prilaku remaja pada banyak sekolah ? Banyak pelajar atau remaja yang kurang  peduli  dengan waktu. Ini terlihat dari kebiasaan mereka yang suka begadang, suka hura-hura, suka menunda waktu,  suka mejeng di mall/ plaza, dan  jalan-jalan tidak karuan atau kecanduan dengan game online hingga  menghabiskan iuran sekolah atau  uang  jajan hingga berjam-jam. Campur tangan dari orang tua dan nasihat dan   bimbingan dari guru  tetap  sangat dibutuhkan untuk memotivasi   mereka tentang cara penggunaan waktu yang tepat untuk belajar, istirahat, dan melakukan aktivitas lain di rmah.       

Umumnya orang orang sukses  di dunia ini seperti pebisnis, pedagang, pemikir dan tokoh tokoh sukses lainnya adalah  orang  orang yang tidak  suka begadang, hura-hura, mejeng di mall/ plaza, dan  jalan-jalan tidak karuan  hingga kecanduan dengan game online. Mereka adalah orang orang yang suka  bersahabat dengan waktu dan memiliki semangat kerja keras  yang hebat. Tidak mungkin para  remaja yang  tercatat sebagai peraih medali emas dalam ajang olimpide sains (kimia, fisika, biologi dan matematika) adalah orang-orang yang gemar hura-hura dan mejeng di mall dan plaza.

Remaja- remaja  yang hafal dengan  al-Qur’an, jago dalam lomba akademik tentu saja  tidak suka kongkow- bermalas malas  di kafe, di warung  kopi sampai berjam jam  atau bersikap suka  menunggu-nunggu. Kalau  demikian  halnya, maka  untuk mengejar kesuksesan, setiap orang  musti mampu menendang  karakter negatif tadi jauh-jauh. Sebagai gantinya  mereka musti memiliki  karakter menghargai waktu, bersahabat dengan waktu, dan bersikap penuh semangat. Sikap ulet (penuh  semangat)  tidak akan  tumbuh dengan sendirian. Sikap ini perlu pengkondisian, tekad dan komitment, serta dukungan lingkungan.    

Sikap dan semangat  hidup  seseorang ternyata  bisa menular  pada orang lain  ibarat virus. Bila seseorang banyak dikelilingi oleh orang yang pesimis, passif, tak berdaya,suka  mengejek   dan kurang pandai menghargai  orang lain  maka dipastikan bahwa pribadi mereka akan jadi hancur lebur.Untuk menumbuh sikap endeavour (semangat kerja keras) dan sikap bersahabat dengan waktu, sangat membutuhkan  pemodelan dari orang tua, guru-guru, teman-teman dan tokoh yang dipilih. Adalah suatu hal yang  positif bila  banyak kaum remaja  yang  membiasakan diri untuk melakukan  brbagai  kesibukan- mengerjakan hobi posititif, membantu orang tua, aktif dalam organisasi dan aktif dalam mengerjakan tugas sekolah. Ini   adalah  langkah  awal untuk menjadi orang yang memiliki sikap endeavour.

Strategi untuk menghargai waktu adalah  dengan cara, sekali lagi, menjauhi kebiasaan hura-hura, kongkow, menunda pekerjaan, maniak dengan game dan hiburan dan seterusnya musti mempunyai agendakehidupan. Orang sukses mempunyai sejumlah  aktifitas harian, dari pagi hingga sore/  malam, kemudian juga [unya sejumlah  kegitan mingguan- seperti mendalami agama, olah raga, menguasai bahasa asing lainnya atau  menyelesaikan  proyek dalam membantu ekonomi orang tua. Saat semangat kerja keras dan menghargai waktu  mulai langka di sekolah , maka marilah kita menjadi orang pertama sebagai pionir untuk mengajak teman, keluarga  dan orang lain, dengan harapan untuk menngkatkan kualitas diri dan kualitas bangsa ini, dan pesan . .  

Tag Technorati: {grup-tag}menghargai waktu




Posted by Health Care , Published at 7:44 AM and have 0 comments

Tidak ada komentar :