Pembelajaran Berbasis Riset bertujuan untuk menciptakan
proses pembelajaran yang mengarah pada aktifitas analisis, sintesis, dan
evaluasi serta meningkatkan kemampuan peserta didik dan guru dalam hal
asimilasi dan aplikasi pengetahuan.
Tujuan tersebut secara rinci dapat diuraikan
sebagai berikut:
- Meningkatkan kebermaknaan mata pelajaran agar lebih bersifat kontekstual melalui pemaparan hasil-hasil penelitian
- Memperkuat kemampuan berpikir peserta didik sebagai peneliti
- Melengkapi pembelajaran melalui internalisasi nilai penelitian, praktik, dan etika penelitian dengan cara melibatkan penelitian
- Meningkatkan mutu penelitian dengan melibatkan peserta didik dalam kegiatan penelitian
- Meningkatkan pemahaman siswa tentang perkembangan suatu ilmu melalui penelitian yang berkelanjutan
- Meningkatkan pemahaman tentang peran penelitian dalam inovasi sehingga mendorong siswa untuk selalu berpikir kreatif di masa datang
- Meningkatkan kualitas pembelajaran secara umum
2 Manfaat Pembelajaran Berbasis Riset
Manfaat PBR dikenal sejak beberapa dasawarsa yang lalu,
beberapa literatur menyetarakan dengan project-based learning karena hampir
tidak ada proyek yang tidak melibatkan penelitian (yaitu evaluasi). Namun
demikian “research in classroom” belum banyak diadopsi sebagai metode
pembelajaran. Dengan PBR maka peserta didik dapat memperoleh berbagai manfaat
dalam konteks pengembangan metakognisi dan pencapaian kompetensi yang dapat
dipetik selama menjalani proses pembelajaran. Manfaat yang dimaksud meliputi
hal-hal sebagai berikut:
!. Peserta didik mengalami pengembangan dan peningkatan
kapabilitas dan kompetensi yang lebih tinggi, termasuk:
a. Kompetensi umum, misalnya berpikir secara kritis dan
analitik, mengevaluasi informasi, dan pemecahan masalah
b. Kompetensi dalam hal melaksanakan dan mengevaluasi
penelitian yang sangat bermanfaat dan membantu dalam pengembangan profesional
yang mengedepankan inovasi dan keunggulan
2. Peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi dan
memiliki peluang untuk aktif di dalam proses pembelajaran yang berkaitan dengan
dunia praktik kelak di kemudian hari.
3. Peserta didik terlatih dengan nilai-nilai disiplin,
mendapatkan pengalaman praktik dan etika
4. Peserta didik lebih memahami tentang betapa pentingnya
nilai-nilai disiplin bagi masyarakat
Pembelajaran berbasis riset (PBR) merupakan metode
pembelajaran yang menggunakan authentic learning (harus ada contoh nyata),
problem-solving (menjawab kasus dan konstektual), cooperative learning
(bersama), contextual (hands on & minds on), dan inquiry discovery approach
(menemukan sesuatu) yang didasarkan pada filosofi konstruktivisme (yaitu
pengembangan diri siswa yang berkesinambungan dan berkelanjutan).
3. Sifat Pembelajaran Berbasis Riset
Sifat yang melekat pada pembelajaran berbasis riset adalah
sebagai berikut.
- Mendorong guru untuk melakukan penelitian atau mengupdate keilmuannya dengan membaca dan memanfaatkan hasil penelitian orang lain sebagai bahan pembelajaran.
- Mendorong peran peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran, bahkan menjadi mitra aktif guru.
- Peserta didik menjadi lebih kompeten dalam keilmuan dan penelitian serta trampil mengidentifikasi persoalan serta memecahkannya dengan baik
- Peserta didik memiliki kemandirian, kritis, dan kreatif sehingga memberikan peluang munculnya ide dan inovasi baru.
- Peserta didik dilatih memiliki etika, khususnya etika profesi misalnya menjauhkan diri dari perilaku buruk misalnya plagiarisme.
Syarat Pembelajaran Berbasis Riset
Syarat penerapan PBR adalah sebagai berikut
Kebijakan akademik dari unit sekolah
a.
Ketersediaan Learning resources (kurikulum,
sarana dan prasarana)
b.
Pengembangan staf untuk pelaksanaan PBR
a)
Guru menguasai metode penelitian.
b)
Guru berpengalaman melakukan kegiatan penelitian
c)
Guru berpengalaman melakukan praktek nyata/kerja
di lapangan
c.
Materi pembelajaran berbasis evidence atau bukti
ilmiah
d.
Siswa memiliki motivasi untuk mengembangkan pola
pikir ilmiah
e.
Menghubungkan antara penelitian dan proses
belajar.
Pembelajaran bersifat aktif, yaitu aktivitas
pembelajaran yang melibatkan siswa dalam mengerjakan berbagai hal dan berpikir
tentang apa yang sedang mereka kerjakan. Pembelajaran aktif dapat berlangsung
ketika siswa diberi kesempatan untuk lebih berinteraksi dengan teman sesama
siswa maupun dengan guru perihal pokok yang sedang dihadapinya, mengembangkan
pengetahuan dan bukan sekedar menerima informasi dari guru. Guru berperan
sebagai fasilitator
5. Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Riset
Metode evaluasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi
peserta didik melalui metode pembelajaran PBR sangat tergantung pada model PBR
yang digunakan. Meskipun demikian pada prinsipnya perlu adanya standar
penilaian formatif dan sumatif yang sahih dan reliable. Nilai untuk hasil
pembelajaran peserta didik ditentukan setelah mengevaluasi beberapa kegiatan,
antara lain melalui:
a.
Tes
b.
Kuis
c.
Ujian tulis
d.
Kerja kelompok
e.
Portfolio pembelajaran
f.
Kontrak belajar
Nilai akhir ditentukan oleh persentase ketercapaian kontrak
belajar, kesesuaian hasil pembelajaran dengan portfolio, dan hasil kegiatan
pembelajaran seperti tercantum dalam logbook. Nilai bisa ditentukan terhadap
ketercapaian kompetensi yang direncanakan pada awal proses pembelajaran.
Sumber
http://ppp.ugm.ac.id/wp-content/uploads/pupbrindonesia.pdf
Posted by
12:36 PM
and have
0
comments
, Published at
Tidak ada komentar :
Posting Komentar